Atap Sirap Kayu Ulin Asli Kalimantan Kualitas No.1

Atap Sirap Kayu Ulin Asli Kalimantan Kualitas No.1

Jual Produk Atap Sirap Kayu Ulin Asli Kalimantan Kualitas Ekspor. Atap Sirap adalah material penutup atap yang terbuat dari bahan bilahan-bilahan Kayu berbentuk persegi panjang dengan salah satu ujung dibuat lancip atau dibiarkan persegi. Sirap digunakan sebagai pengganti genteng tanah, beton, maupun bahan sintetis lainnya.

dipilihnya kayu ulin karena termasuk jenis kayu kuat kelas 1 di Indonesia yang banyak dipakai untuk bahan struktur bangunan. Kayu Ulin mempunyai serat yang sangat padat sehingga mempunyai berat hingga 1300 sampai 1400 Kg per kubik.

Kayu ulin juga dikenal sebagai kayu yang sangat tahan terhadap air dan rayap kayu sehingga  kayu ini sangat cocok digunakan sebagai bahan baku utama pembuatan atap sirap.

Bahan Atap Sirap Kayu Ulin

Atap sirap merupakan jenis penutup atap yang dibuat dari potongan kayu tipis berbentuk persegi panjang. Di Indonesia, bahan baku terbaik untuk pembuatan sirap adalah kayu ulin atau yang dikenal sebagai kayu besi (Ironwood) dari Pulau Kalimantan.

Kayu ulin telah lama menjadi pilihan utama karena memiliki karakteristik yang sangat sesuai untuk penggunaan luar ruangan. Dibandingkan berbagai jenis kayu lainnya, ulin terkenal memiliki kepadatan tinggi, serat yang rapat, serta ketahanan luar biasa terhadap cuaca tropis.

Mengapa Menggunakan Kayu Ulin?

Kayu ulin dipilih sebagai bahan utama atap sirap karena memiliki berbagai keunggulan, antara lain:

  • Memiliki tingkat kekerasan yang sangat tinggi.
  • Tahan terhadap panas matahari dan hujan sepanjang tahun.
  • Tidak mudah lapuk meskipun digunakan di daerah dengan kelembapan tinggi.
  • Tahan terhadap rayap, jamur, lumut, dan berbagai serangga perusak kayu.
  • Tidak mudah retak atau melengkung apabila diproduksi dengan proses pengeringan yang baik.
  • Memiliki umur pakai yang sangat panjang, bahkan dapat mencapai puluhan tahun dengan pemasangan dan perawatan yang tepat.
  • Semakin tua usia pemakaian, warna kayu akan berubah menjadi cokelat tua hingga abu-abu alami yang memberikan kesan klasik dan elegan.

Karena keunggulan tersebut, kayu ulin sering dijuluki sebagai salah satu kayu paling awet di dunia.


Asal Kayu Ulin

Kayu ulin berasal dari hutan tropis Pulau Kalimantan, yang meliputi:

  • Kalimantan Timur
  • Kalimantan Selatan
  • Kalimantan Tengah
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Utara

Daerah-daerah tersebut dikenal sebagai penghasil kayu ulin berkualitas tinggi yang telah digunakan sejak lama untuk berbagai kebutuhan konstruksi, termasuk jembatan, dermaga, tiang rumah, lantai, dinding, hingga atap sirap.


Proses Pembuatan Atap Sirap

Pembuatan atap sirap memerlukan ketelitian agar menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama.

Tahapan umumnya meliputi:

  1. Pemilihan kayu
    Kayu ulin dipilih dari batang yang memiliki tingkat kematangan dan kualitas serat yang baik.
  2. Pemotongan log kayu
    Kayu dipotong sesuai ukuran tertentu agar mudah diproses menjadi bilah sirap.
  3. Pembelahan
    Kayu dibelah mengikuti arah serat sehingga menghasilkan lembaran yang kuat dan tidak mudah pecah.
  4. Pembentukan ukuran
    Setiap lembar dipotong sesuai ukuran standar, misalnya panjang 40 cm, 50 cm, atau 60 cm dengan lebar sekitar 6–10 cm.
  5. Perapihan
    Permukaan sirap diratakan dan sisi-sisinya dirapikan agar mudah dipasang.
  6. Sortasi kualitas
    Sirap dipilih berdasarkan tingkat kerataan, kepadatan serat, warna, dan bebas dari cacat seperti mata kayu besar atau retakan.
  7. Pengemasan
    Sirap diikat dalam jumlah tertentu agar mudah disimpan dan didistribusikan ke lokasi proyek.

Karakteristik Kayu Ulin

Beberapa karakteristik utama kayu ulin yang menjadikannya unggul sebagai bahan atap antara lain:

  • Warna awal cokelat kekuningan hingga cokelat tua.
  • Serat kayu halus dan padat.
  • Memiliki berat jenis tinggi sehingga terasa sangat keras.
  • Tidak mudah menyerap air.
  • Stabil terhadap perubahan suhu dan kelembapan.
  • Mampu menahan beban angin dan hujan dalam jangka waktu lama.

Karakteristik tersebut membuat atap sirap kayu ulin tetap kokoh meskipun digunakan pada daerah pegunungan, pesisir, maupun kawasan dengan curah hujan tinggi.


Kelebihan Atap Sirap Kayu Ulin

Banyak pemilik bangunan memilih atap sirap kayu ulin karena menawarkan berbagai keunggulan, seperti:

  • Tampilan alami yang elegan dan eksklusif.
  • Memberikan kesan tradisional sekaligus mewah.
  • Membantu menjaga suhu ruangan tetap lebih sejuk.
  • Memiliki daya tahan tinggi terhadap perubahan cuaca.
  • Peredam suara hujan yang lebih baik dibandingkan banyak jenis atap logam.
  • Ramah lingkungan karena berasal dari material alami.
  • Meningkatkan nilai estetika sekaligus nilai jual bangunan.

Dengan kombinasi kekuatan, keindahan, dan umur pakai yang panjang, atap sirap kayu ulin tetap menjadi pilihan favorit untuk rumah tinggal, hotel, resort, cottage, gazebo, tempat ibadah, hingga bangunan cagar budaya. Penggunaan kayu ulin berkualitas serta pemasangan yang sesuai standar akan menghasilkan atap yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga mampu memberikan perlindungan maksimal selama bertahun-tahun.

Pengguna Atap Sirap

Atap sirap kayu ulin telah digunakan di Indonesia selama puluhan bahkan ratusan tahun sebagai material penutup atap yang terkenal akan kekuatan, keawetan, dan nilai estetikanya.

Hingga saat ini, pengguna atap sirap tidak hanya terbatas pada bangunan tradisional, tetapi juga berkembang pada sektor pariwisata, perhotelan, hingga hunian mewah.

Berikut merupakan kelompok pengguna atap sirap terbesar di Indonesia:

1. Bangunan Bersejarah dan Cagar Budaya

Bangunan bersejarah merupakan salah satu pengguna utama atap sirap karena mempertahankan bentuk arsitektur asli yang telah diwariskan turun-temurun. Pada proses renovasi maupun restorasi, penggunaan sirap kayu ulin sering menjadi syarat agar karakter bangunan tetap terjaga.

Contoh bangunan yang banyak menggunakan atap sirap antara lain:

  • Keraton dan istana kerajaan.
  • Rumah adat di berbagai daerah.
  • Museum sejarah.
  • Pendopo tradisional.
  • Balai adat.
  • Bangunan peninggalan kolonial.
  • Kawasan wisata budaya dan desa adat.

Material sirap dipilih karena memiliki tampilan alami, tidak mengubah karakter arsitektur asli, serta mampu bertahan puluhan tahun apabila menggunakan kayu ulin berkualitas dan dipasang dengan benar. Bangunan heritage yang difungsikan sebagai hotel atau destinasi wisata juga umumnya mempertahankan elemen arsitektur tradisional, termasuk penggunaan atap sirap.


2. Tempat Ibadah Berbagai Agama

Pengguna atap sirap juga sangat banyak berasal dari bangunan keagamaan karena memberikan kesan alami, teduh, dan memiliki nilai estetika tinggi.

Beberapa contohnya meliputi:

  • Masjid.
  • Mushola.
  • Gereja.
  • Kapel.
  • Pura.
  • Vihara.
  • Klenteng.
  • Pendopo atau bangunan pendukung tempat ibadah.

Selain memberikan nilai artistik, atap sirap juga membantu menjaga suhu ruangan tetap lebih sejuk dibandingkan beberapa jenis penutup atap lainnya, sehingga nyaman digunakan untuk kegiatan ibadah.


3. Rumah Tinggal Bergaya Klasik dan Premium

Segmen rumah tinggal menjadi pasar yang terus berkembang, khususnya pada hunian yang mengusung konsep:

  • Rumah Joglo.
  • Rumah Limas.
  • Rumah adat Nusantara.
  • Villa pribadi.
  • Rumah tropis modern.
  • Rumah kayu.
  • Rumah mewah bergaya resort.
  • Rumah pegunungan maupun kawasan wisata.

Pemilik rumah memilih atap sirap karena memberikan kesan eksklusif, alami, elegan, dan meningkatkan nilai estetika bangunan. Selain itu, kayu ulin dikenal memiliki daya tahan tinggi terhadap cuaca tropis, sehingga cocok digunakan sebagai investasi jangka panjang.


4. Akomodasi Wisata

Sektor pariwisata merupakan pengguna atap sirap terbesar dan paling dominan di Indonesia. Hotel, resort, villa, dan berbagai fasilitas wisata banyak menggunakan sirap kayu ulin untuk menghadirkan nuansa alami yang menyatu dengan lingkungan.

Bangunan yang paling banyak menggunakan atap sirap meliputi:

  • Hotel berbintang.
  • Resort.
  • Cottage.
  • Bungalow.
  • Villa.
  • Glamping premium.
  • Eco-lodge.
  • Homestay bernuansa tradisional.
  • Restoran dan café outdoor.
  • Gazebo.
  • Pendopo.
  • Lobby terbuka.
  • Spa.
  • Area kolam renang.
  • Bangunan penerima tamu.

Konsep wisata alam, eco-resort, maupun resort bertema tradisional di Indonesia banyak memanfaatkan material alami seperti kayu, bambu, dan atap sirap untuk memperkuat identitas arsitektur tropis. Penggunaan sirap menjadi salah satu elemen yang memberikan kesan mewah, eksklusif, sekaligus menyatu dengan alam.

Sektor inilah yang menjadi pasar terbesar bagi industri atap sirap Indonesia karena satu kawasan resort dapat menggunakan ribuan hingga puluhan ribu lembar sirap, baik untuk bangunan utama maupun fasilitas pendukung seperti gazebo, restoran terbuka, spa, dan cottage.


5. Fasilitas Komersial Bernuansa Tradisional

Selain sektor pariwisata, banyak bangunan komersial menggunakan atap sirap untuk menciptakan suasana alami dan meningkatkan daya tarik pengunjung.

Contohnya meliputi:

  • Restoran tradisional.
  • Rumah makan.
  • Café outdoor.
  • Balai pertemuan.
  • Aula pernikahan.
  • Pendopo serbaguna.
  • Pusat kerajinan.
  • Galeri seni.
  • Pusat budaya.
  • Area wisata edukasi.

Material sirap memberikan kesan hangat dan alami sehingga banyak dipilih oleh pelaku usaha yang mengusung konsep etnik, tradisional, maupun eco-friendly.


6. Fasilitas Pemerintahan dan Budaya

Beberapa instansi pemerintah juga menggunakan atap sirap pada bangunan yang mengusung arsitektur daerah atau bangunan representatif, seperti:

  • Pendopo kabupaten.
  • Balai budaya.
  • Gedung kesenian.
  • Pusat pelatihan budaya.
  • Taman budaya.
  • Gedung pertemuan adat.
  • Museum pemerintah.

Penggunaan sirap pada bangunan tersebut bertujuan mempertahankan identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan nilai estetika bangunan.


Jenis Atap Sirap Kayu Ulin

Atap Sirap Manual adalah sirap yang diproduksi melalui keterampilan tangan dengan menggunakan peralatan secara tradisional berupa parang khas Kalimantan. Sirap Jenis ini memerlukan bahan khusus agar menghasilkan produk sesuai keinginan.

Alur belah sirapnya mengikuti serat bahan baku kayu, sehingga produk ini mempunyai durabilitas yang sangat baik dibandingkan dengan produk yang dibuat dengan bantuan mesin.

Atap Sirap Mesin merupakan jenis sirap yang paling populer dan beredar saat ini. Kelebihan Jenis sirap mesin adalah teksturnya yang rata dan ukuran yang presisi sehingga memudahkan cara pemasangan. diproduksi dengan bantuan mesin gergadi circle sehingga bisa menghasilkan produk yang banyak dalam waktu relative singkat. Jenis sirap inilah yang saat ini kita pasarkan dengan kapasitas produksi ribuan ikat per bulannya.

Bentuk atap kayu sirap ulin

  1. Sirap Runcing / Lancip, yaitu sirap yang ujung depannya berbentuk Lancip
  2. Sirap Kotak, yaitu sirap yang bagian ujungnya berbentuk kotak atau persegi
  3. Sirap Oval, yaitu sirap yang bagian ujungnya berbentuk Oval atau seperempat lingkaran.

Harga Sirap Kayu Ulin Kalimantan Asli

Daftar harga terbaru saat ini. Karena harga atap sirap kayu ulin bervariasi tergantung kualitas, daerah, dan jumlah pembelian

Spesifikasi
Detail
Produk
Atap Sirap Kayu Ulin Asli Kalimantan
Ukuran
Tebal 5 mm × Lebar 8 cm × Panjang 60 cm
Bentuk
Runcing dan Kotak
Kemasan
Ikat Kawat
Isi
80 lembar per ikat
Dimensi Kemasan
16 × 23 × 60 cm
Kubikasi
0,023 m³ per ikat
Berat
±25 kg per ikat
Harga
Rp275.000 – Rp450.000 per ikat (tergantung kualitas dan jumlah pembelian)

Harga Berdasarkan Kualitas:

  • Grade Standar: Rp275.000 – Rp325.000/ikat
  • Grade A: Rp350.000 – Rp400.000/ikat
  • Grade Super/Pilihan: Rp400.000 – Rp450.000/ikat

NOTE: Harga dapat berubah sesuai volume pembelian dan lokasi pengiriman.

Spesifikasi, ukuran Atap Sirap

Berikit adalah ukuran atap sirap kayu ulin asli kalimantan paling laris dipasaran:

  • Ukuran : Tebal 5 mm, Lebar 8 cm, Panjang 60 cm
  • Kemasan : Ikat Kawat
  • Isi Kemasan : 80 lembar per ikat
  • Dimensi kemasan : 16 x 23 x 60 cm per ikat
  • Kubikasi : 0,023 M3 per ikat
  • Berat : 25 Kg per ikat
  • Bentuk : Runcing dan Kotak

Pesan Atap Sirap ?

Segera hubungi team marketing kami dibawah + pengiriman ke semua kota di Indonesia dan ekspor ke negara malaysia, singapura, dll.

CV. Sirap Mandiri Sejahtera

Kantor Pusat: Jl. Candi Penataran Utara Raya Kav 498 RT 06 RW 012 Kalipancur, Kec. Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah 50183

Pabrik : Jl. Aldebaran II No. 5 Wates,Ngaliyan,Kota Semarang