Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat lini layanan perbankan korporasi melalui BRI Business Card, kartu kredit khusus yang dirancang untuk kebutuhan operasional perusahaan dan organisasi yang telah menjalin kerja sama dengan bank pelat merah tersebut.
Produk ini tidak dipasarkan untuk nasabah ritel, melainkan difokuskan pada segmen korporasi sebagai alat pembayaran terpusat yang memungkinkan transaksi bisnis tercatat, terkontrol, serta terintegrasi dengan sistem pelaporan keuangan perusahaan.
Contents
- 1 Kartu Korporasi Terkunci pada Skema Kerja Sama Institusi
- 2 Fitur: Bebas Iuran Tahunan hingga Cicilan 0 Persen 24 Bulan
- 3 Limit Kredit: Rp5 Juta hingga Hampir Rp1 Miliar
- 4 Biaya: Mengikuti Pola Kartu Kredit Korporasi
- 5 Sistem Pengelolaan: Kendali Penuh di Tangan Perusahaan
- 6 Fokus Penggunaan: Perjalanan Dinas hingga Operasional Harian
- 7 Terhubung dengan Ekosistem Perbankan Korporasi BRI
- 8 Instrumen Kontrol dan Efisiensi Belanja Perusahaan
Kartu Korporasi Terkunci pada Skema Kerja Sama Institusi
BRI Business Card hanya dapat diterbitkan melalui skema kerja sama antara BRI dan perusahaan atau institusi tertentu. Artinya, kepemilikan fasilitas tidak bersifat individual, melainkan berada pada entitas bisnis sebagai pemegang utama.
Karyawan yang menggunakan kartu berstatus sebagai pemegang mandat dari perusahaan. Seluruh kendali penggunaan—mulai dari limit hingga jenis transaksi—berada di tangan administrator korporasi.
Secara umum, kartu kredit BRI mensyaratkan penghasilan minimum sekitar Rp3 juta per bulan untuk nasabah ritel. Namun pada segmen business card dan corporate facility, parameter penilaian ditentukan berdasarkan kesepakatan kerja sama serta profil risiko institusi.
Fitur: Bebas Iuran Tahunan hingga Cicilan 0 Persen 24 Bulan
Mengacu pada Ringkasan Informasi Produk dan Layanan (RIPLAY), BRI Business Card membawa sejumlah fitur yang dirancang untuk kebutuhan korporasi.
Di antaranya bebas iuran tahunan (Rp0), fasilitas cicilan dengan bunga mulai 0 persen dengan tenor hingga 24 bulan, serta opsi personalisasi kartu dengan identitas perusahaan seperti logo institusi.
Kartu ini juga terhubung dengan jaringan Mastercard, sehingga dapat digunakan pada merchant domestik maupun internasional sesuai kebijakan perusahaan penerbit.
Limit Kredit: Rp5 Juta hingga Hampir Rp1 Miliar
Dari sisi plafon, BRI menetapkan rentang limit yang relatif luas untuk segmen korporasi.
Berdasarkan dokumen produk, limit BRI Business Card berada pada kisaran Rp5 juta hingga Rp999 juta, tergantung hasil evaluasi kerja sama, kapasitas perusahaan, serta kebijakan internal bank.
Struktur ini memungkinkan penggunaan kartu untuk kebutuhan operasional berskala kecil hingga pembiayaan aktivitas bisnis bernilai besar dalam satu sistem pembayaran terpusat.
Biaya: Mengikuti Pola Kartu Kredit Korporasi
Meski menawarkan bebas annual fee, produk ini tetap memiliki struktur biaya operasional sesuai ketentuan kartu kredit korporasi secara umum.
Komponen yang dapat dikenakan antara lain:
- Denda keterlambatan pembayaran (umumnya dihitung persentase dari tagihan)
- Biaya overlimit
- Biaya penggantian kartu
- Biaya administrasi dokumen atau cetak ulang tagihan
Pada kartu kredit korporasi BRI secara umum, denda keterlambatan dapat mencapai sekitar 3 persen dari tagihan sebelumnya dengan batas maksimum tertentu, sesuai ketentuan bank.
Sistem Pengelolaan: Kendali Penuh di Tangan Perusahaan
Berbeda dengan kartu kredit individu, BRI Business Card menggunakan model centralized control.
Perusahaan bertindak sebagai pemegang fasilitas utama, sementara karyawan hanya berperan sebagai pengguna yang ditetapkan.
Administrator dapat mengatur secara langsung:
- Limit per pengguna
- Kategori transaksi yang diizinkan
- Pembatasan merchant tertentu
- Pemantauan transaksi secara real time
Seluruh transaksi tercatat otomatis dalam sistem perbankan korporasi BRI, sehingga perusahaan dapat melakukan audit pengeluaran tanpa mekanisme reimbursement manual.
Fokus Penggunaan: Perjalanan Dinas hingga Operasional Harian
Produk ini dirancang untuk menunjang kebutuhan operasional perusahaan seperti perjalanan dinas, pembelian barang dan jasa, hingga pembayaran layanan bisnis.
Fitur cicilan 0 persen dan fleksibilitas merchant membuat kartu ini juga dapat digunakan sebagai instrumen pembiayaan jangka pendek untuk kebutuhan kas operasional.
Dalam praktiknya, kartu ini kerap dipakai untuk transaksi berulang yang membutuhkan pencatatan langsung dan sistematis.
Terhubung dengan Ekosistem Perbankan Korporasi BRI
BRI Business Card merupakan bagian dari ekosistem layanan korporasi yang lebih luas di bawah Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Produk ini terintegrasi dengan sistem cash management dan layanan transaksi korporasi lainnya, sehingga tidak berdiri sebagai produk tunggal, melainkan bagian dari infrastruktur keuangan digital perusahaan.
Instrumen Kontrol dan Efisiensi Belanja Perusahaan
BRI Business Card diposisikan sebagai alat kontrol pengeluaran korporasi yang menggabungkan fungsi pembayaran, pencatatan transaksi, dan pengawasan biaya dalam satu sistem.
Dengan limit hingga hampir Rp1 miliar, fitur cicilan 0 persen, serta kontrol penuh di tingkat perusahaan, kartu ini diarahkan untuk memperkuat efisiensi operasional sekaligus memperketat tata kelola keuangan bisnis.
Meski demikian, seluruh penggunaan tetap berada di bawah kendali institusi, bukan individu pemegang kartu, sehingga fungsi utamanya tetap sebagai alat manajemen pengeluaran perusahaan.