Jakarta — Perbandingan Struktur Biaya Pinjaman Daring AdaKami dan EasyCash. Industri pinjaman daring Indonesia berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui skema Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Dua platform yang banyak digunakan masyarakat meliputi AdaKami dan EasyCash.
Meskipun berada pada kerangka regulasi serupa, data dari dokumen informasi produk (RIPLAY), simulasi pinjaman, serta ketentuan industri memperlihatkan perbedaan pada struktur biaya, tenor, sekaligus mekanisme penentuan harga berbasis risiko.
Contents
Regulasi OJK dan Kerangka LPBBTI
Kedua platform termasuk penyelenggara LPBBTI yang wajib mengikuti POJK No. 40/2024 tentang Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi.
Regulasi tersebut menitikberatkan tiga aspek utama, yakni transparansi total biaya, perlindungan konsumen, serta pembatasan manfaat ekonomi industri fintech lending.
OJK tidak menetapkan suku bunga tunggal bagi setiap platform. Pengaturan difokuskan pada batas maksimum manfaat ekonomi industri, mencakup bunga, biaya layanan, biaya administrasi, serta komponen risiko lainnya. Dengan demikian, angka pinjaman yang muncul pada aplikasi merupakan hasil kalkulasi individual, bukan tarif seragam.
Secara legalitas, EasyCash dikelola oleh PT Indonesia Fintopia Technology dan telah mengantongi izin OJK sejak 2020. Sementara itu, AdaKami berada di bawah PT Pembiayaan Digital Indonesia dan tercatat sebagai penyelenggara LPBBTI berizin OJK yang diperbarui secara berkala.
Mekanisme Penetapan Harga Pinjaman
AdaKami maupun EasyCash menerapkan skema risk-based pricing. Artinya, bunga serta biaya ditentukan berdasarkan profil risiko masing-masing pengguna.
Proses penilaian mencakup data identitas elektronik (e-KYC), riwayat kredit, aktivitas transaksi digital, hingga pola pembayaran. Seluruh indikator tersebut dikonversi menjadi skor risiko yang kemudian menentukan besaran bunga, biaya layanan, serta tenor pinjaman.
Konsekuensinya, dua pengguna pada platform identik dapat menerima penawaran berbeda meski produk yang digunakan sama.
EasyCash: Struktur Biaya dan Produk
Berdasarkan dokumen informasi produk (RIPLAY) serta simulasi pinjaman, EasyCash memiliki rentang biaya yang relatif terukur.
Tingkat bunga harian berada pada kisaran 0,1% hingga 0,3%. Pada kondisi tertentu, bergantung profil risiko maupun durasi pinjaman, angka tersebut dapat mendekati batas maksimum industri LPBBTI sekitar 0,4%.
Pilihan tenor tersedia antara 93 hari sampai 360 hari atau sekitar 3 hingga 12 bulan. Perbedaan durasi berpengaruh langsung terhadap total pembayaran akhir karena bunga terakumulasi sepanjang periode pinjaman.
Plafon pembiayaan berada pada kisaran Rp200 ribu hingga Rp100 juta, bergantung hasil evaluasi kredit pengguna. Umumnya, limit meningkat bertahap bagi nasabah dengan rekam pembayaran positif.
Selain bunga, biaya layanan berkisar 5% hingga 10% pada sejumlah produk. Komponen tersebut dapat dibebankan di awal atau dimasukkan ke cicilan sesuai struktur pembiayaan. Denda keterlambatan tetap diberlakukan sesuai perjanjian kontraktual.
Sebagai ilustrasi, pinjaman Rp10 juta dengan tenor 12 bulan dapat menghasilkan total pengembalian sekitar Rp14 juta hingga Rp15 juta, bergantung profil risiko serta komposisi biaya yang dikenakan.
AdaKami: Struktur Biaya Dinamis
Berbeda dengan EasyCash, AdaKami tidak menampilkan satu angka bunga tetap pada produknya. Seluruh penawaran bersifat personal dan bergantung pada evaluasi sistem.
Tingkat bunga tetap berada pada batas maksimum industri LPBBTI hingga sekitar 0,4% per hari. Meski demikian, angka aktual yang diterima pengguna dapat berada di bawah maupun mendekati batas tersebut sesuai hasil penilaian risiko.
Komponen biaya layanan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi total kewajiban pembayaran, terutama pada tenor singkat atau profil risiko tinggi.
Pilihan tenor umumnya berada pada rentang 30 hari hingga 12 bulan. Namun, tidak semua pengguna memperoleh seluruh rentang tersebut karena sistem menyesuaikan berdasarkan hasil analisis kredit.
Plafon pinjaman bersifat fleksibel. Pengguna baru biasanya memperoleh limit awal lebih rendah, yang kemudian dapat meningkat seiring catatan pembayaran yang konsisten.
Perbandingan Struktur Produk
Komponen | AdaKami | EasyCash |
|---|---|---|
Bunga harian | Hingga ±0,4% (batas industri) | ±0,1%–0,3% (dapat mendekati 0,4%) |
Tenor | 30 hari–12 bulan | 93–360 hari |
Plafon pinjaman | Bersifat dinamis | Rp200 ribu–Rp100 juta |
Biaya layanan | Variatif, dapat signifikan | ±5%–10% pada produk tertentu |
Model penetapan harga | Risk-based pricing individual | Risk-based pricing individual |
Tidak Terdapat Tarif Tunggal
Skema LPBBTI tidak mengenal satu angka bunga atau biaya yang berlaku universal bagi seluruh pengguna. Setiap penawaran ditentukan melalui algoritma penilaian risiko.
Sejumlah faktor memengaruhi hasil akhir, antara lain skor kredit, riwayat pembayaran, konsistensi data pengguna, jangka waktu pinjaman, serta profil risiko individual yang terbentuk dari sistem.
Dengan demikian, struktur biaya bersifat personal dan dapat berbeda meskipun produk yang dipilih identik.
Kesimpulan
Berdasarkan RIPLAY, simulasi pinjaman, serta ketentuan OJK, AdaKami dan EasyCash berada pada ekosistem yang sama sebagai penyelenggara LPBBTI berizin.
EasyCash menampilkan rentang produk yang lebih terstruktur pada dokumen resmi, sedangkan AdaKami mengandalkan skema penawaran yang lebih dinamis berdasarkan evaluasi risiko individual.
Di industri fintech lending, harga pinjaman tidak bersifat tetap, melainkan hasil pemodelan risiko yang menghasilkan variasi biaya pada setiap pengguna sesuai profil masing-masing.