Kelebihan Tekanan Angin Ban, Lebih Aman dari pada KURANG

Kelebihan Tekanan Angin Ban, Lebih Aman dari pada KURANG

Apakah berbahaya jika tekanan angin ban mobil berlebih, atau lebih bahaya mana jika tekanan ban khususnya mobil itu kurang dari standar nya.

Dalam keseharian berkendara setiap user / pengemudi memiliki selera masing2 dalam memberikan tekanan angin untuk ban mobil:

  1. Tekanan sedikit kurang dari standar pabrikan mobil
  2. Tekanan pas / sama dengan tekanan pabrikan mobil
  3. Tekanan lebih dari standar tekanan pabrikan mobil

Dari 3 tipikan pengemudi ada 2 yang admin anggap lebih safety / aman dalam berkendara khususnya tentang teknis yang berhubungan sama BAN.

Tekanan ban sama dengan rekomendasi standar pabrikan yang biasa tertera pada pilar pintu samping pengemudi, atau yang kedua karena kondisi jalan, jenis ban atau faktor muatan menambah tekanan ban berlebih 2-5 PSI.

Note: Kita tidak akan membahas tekanan angin ban ukuran rekomendasi pabrikan sudah pasti safety dan aman karena sudah melalui mekanisme proses ujicoba panjang.

 

Fakta Tekanan Angin Ban berlebih lebih aman

Berdasarkan ujicoba mandiri selama berkendara dengan mobil jazz yang di isi tekanan angin ban sangat berlebih depan +3 PSI dan belakang +2 PSI, kontur jalan raya yang relatif mulus + sediit berlibang.

» Hasil test drive (4 bulan)

Positif:

  1. Akselerasi lebih mantap
  2. Manuver / handling kontrol mobil lebih stabil
  3. Velg lebih aman menghantam lobang, benturan keras
  4. Ban lebih kuat dan kebal dari kerikik / benda yang nyebabkan ban bocor
  5. Kondisi ban tidak kelihatan kempes kasat mata.

Negatif:

  1. Bantingan lebih keras
  2. Mudah slip saat jalan licin tanah, kurang mencekram saat jalan lucin turunan / tanjakan
  3. Kenyamanan berkendara berkurang

 

Fakta Tekanan Angin Ban Kurang dari Pabrikan

Mobil ujicoba untuk tekanan angin ban di kurangi 3-7 PSI dari standar pabrikan 33/32 PSI.

» Hasil test drive k-2 (6 bulan):

Positif:

  1. Bantingan lebih empuk
  2. Lebih rigit, kuat mencekram saat jalan lucin turunan / tanjakan
  3. Kenyamanan berkendara lebih baik

Negatif:

  1. Velg luka, peang saat menghantam dari benturan keras
  2. Ban lembek dan luka karena kerikik / ban mudah bocor
  3. Kondisi ban kelihatan kempes kasat mata

Note:  rata2 mobil khususnya penumpang minimal batas minimal bawah adalah 25 PSI

Kadang ada waktunya mobil membutuhkan tekanan kurang sampai 20-25 PSI untuk medan jalan pasir, kondisi jalan tanah rusak yang sangat licin karena membutuhkan daya cengkram yang kuat.

 

Data menguat

Berdasarkan pakar / ahli : Sebenarnya yang benar itu tekanan angin itu harus pas. Tapi kalau terpaksa memilih tekanan angin itu lebih baik kurang atau lebih? Lebih baik pilih tekanan angin yang berlebih,

Mitos: tekanan ingin ban berlebih itu bahaya dan membuat ban pecah, mudah meledak adalah salah, namun ada S&K.

ini lebih aman daripada ban dengan tekanan angin yang kurang,” ujar Manager Training PT Sumi Rubber (Agen Pemegang Merek Dunlop di Indonesia-Red), Bambang Hermanu, di Cikarang, Jawa Barat.

Tekanan angin ban rendah jauh lebih berbahaya? ban akan defleksi (bergerak naik-turun) terus karena terlalu empuk dan ini akan gerak-gerak terus, saat gerak terus – bertemu dengan titik panas tertentu, maka kawat bisa terputus. Kalau sudah putus satu, ini akan merembet ke kawat lainnya. #Ban bisa meledak / pecah (tambahan), sumber: Oto detik.

 

Disclaimer

Kondisi ban yang di ujicoba merupakan ban keluaran baru, atau ban yang masih layak jalan dengan kondisi grid masih tebal, dan tahun pembuatan 1-2 tahun, tanpa ada cacat bekas tambal (normal & baik).

Menambah ketakanan angin ban belebih tidak boleh melewati batas maksimal Max PSI, contoh tekanan ban max adalah 50 PSI. jadi jangan mengisi 49-50 PSI. karena saat jalan / ban panas tekanan ban akan tambah 1-2 PSI.

 

Baca Juga:

Ban Mobil Pecah, Meletus? Temukan Penyebabnya!

Editor: | Update: Kamis, 18 Jun 2020 22:17 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *