Ban Mobil Pecah, Meletus? Temukan Penyebabnya!

14 Shares

Ban Mobil Pecah, Meletus? Temukan Penyebabnya!

Faktor utama ban kendaraan mobil bisa pecah, meletus di jalan raya / tol karena kurangnya “tekanan angin” dibawah standar

Keselamatan dalam berkendara adalah 1 hal paling penting dan wajib untuk dipatuhi oleh semua pengguna khususnya mobil. ban menjadi faktor paling primer dimana langsung berinteraksi dengan medan jalan khususnya jalan tol berkecepatn tinggi.

Efek fatal ban pecah di kecepatan tinggi adalah kecelakaan hebat atau beruntun, ini sangat berbahaya jadi pastikan ban mobil dalam kondisi baik dan aman untuk jalan.

 

Penyebab ban mobil pecah / meletus

Kenapa Ban mobil bisa pecah atau meletus ? faktor keteledoran user jika tidak diperhatikan secara berkala ata sudah tidak layak jalan namun tetap dipaksakan untuk berkendara.

1. Tekanan Angin Ban Kurang dari Standar

Penyebab utama ban pecah, meledak karena tekanan angin ban kurang dari ukuran standar pabrikan ban / merk mobil, secara umum ukuran PSI ban ada di kanal pintu bagian kanan.

Ban Mobil Pecah, Meletus? Temukan Penyebabnya!

Secara umum ukuran tekanan angin ban mobil di indonesia khususnya jenis penumpang, city car adakah kisaran: 26-35 Psi. Info rata2 tekanan angin ban mobil: Baca disini.

Gunakan ukuran tekanan ban pabrikan standar supaya ban aman tidak pecah, meletus saat jalan di tol dengan kecepatan tinggi.

Rekomendasi terbaik bisa menambahkan 1-2 PSI dari ukuran standar pabrikan sehingga kondisi ban akan tetap dalam keadaan prima.

Ban yang kurang angin akan mambuat cepat panas karena gaya gesekan antara velg dan medan jalan, sehingga material ban akan menjadi lemah, ini faktor yg sering jadikan ban pecah / meledak.

Tekstur ban cendrung aktif / kenyal + kawat bersifat fleksibel sehingga dalam kecepatan tinggi akan sangat bahaya, apalagi jika menghantam lubang maka velg bisa rusak / pecah.

 

2. Tekanan angin Ban Berlebih dari Ukuran MAX PSI Ban

Penyebab ban mobil pecah dijalan karena tekanan ban over / berlebih dari standar pabrikan sehingga ban tidak mampu menampung daya angin + benturan medan jalan sehingga ban bisa meletus.

Ingat setiap ban memiliki batas maksimal ukuran, misal 60 PSI, jadi jangan pernah isi ingan sampai 58-59 psi, karena dalam kondisi mobil laju cepat > 100km/jam akan ada penambahan tekanan angin karena suhu panas sekitar 1-2 psi.

Bahaya ban kelebihan angin sebenarnya tidak terlalu bahaya jika masih diambang batas wajar > 5-10 PSI dari ukuran standar, cuma akan ada efek bantingan keras & kadang stir mobil bergetar

 

3. Masa pakai ban expired

Ban Mobil Pecah, Meletus? Temukan Penyebabnya!

ban tahun pembuatan 2018

Semua produksi ban telah mencantumkan tahun pembuatan karena material karet memiliki masa pakai sehingga sangat disarankan untuk menggunakan tahun pembuatan antar max. 3-5 tahun kebelakang.

jika umur ban baru sudah lebih 5 tahun / stok lama maka ini akan beresiko pecah ban jika diajak jalan di tol dengan muatan + kecepatan tinggi, karena material karet sudah tidak bagus.

 

4. Permukaan grip ban aus / gundul

Seiring penggunaan ban, maka akan menyebabkan grip ban menjadi terkikis / aus / gundul sehingga ban akan lebih tipis, ini juga menimbulkan potensi ban pecah – meletus.

Segera ganti dengan ban baru sehingga berkendara mobil akan nyaman dan selamat tanpa ada rasa was2.

 

5. Kualitas meterial ban buruk

Kadang disaat ekonomi lagi pas2an maka memilih ban yang murah menjadi pilihan tepat, namun ini akan menyebabkan bahaya karena tidak kuat untuk kerja extra ban di jalan tol kecepatan tinggi + muatan berat khususnya mobil niaga: mobil truk / box.

 

6. Ukuran Pelek dan Ban yang Tidak Sesuai

Bila mau memodifikasi mobil ada baiknya juga memerhatikan keselamatan berkendara Anda. Terutama dalam memilih pelek ban. Pasalnya, ban yang tidak sesuai dengan ukuran pelek, baik itu pelek yang lebih besar atau kecil di banding ban, dapat menyebabkan dinding ban terlalu terbebani.

Alhasil, ban seolah selalu ditarik sehingga akan lebih rentan retak, pecah atau benjol. Dengan begitu ban akan lebih berpotensi mengalami pecah ban di tengah perjalanan.

 

7. Membiarkan Tambalan yang Tidak Benar

Selama ini kita sebagai pengguna kendaraan biasanya hanya tahu beres saja bila ketika ban yang bocor selesai ditambal. Padahal, tambalan yang tidak benar dapat berakibat pecah ban.

Kenapa? Karena bagian ban yang ditambal tentu akan bergesekan dengan permukaan jalan saban hari. Bila ban tidak ditambal dengan benar (khususnya tubeless) maka saat itu tekanan angin dapat berkurang, dan di saat bersamaan gesekan antara ban dengan permukaan jalan semakin keras.

Di kondisi itulah ban tidak akan mampu mengimbangi tekanan beban bobot mobil dan beban yang diangkutnya. Saat itulah kemungkinan ban pecah sangat besar.

 

8. Jarang Membersihkan Ukiran Ban

Ini salah satu hal yang dianggap sepele dan sia-sia. Padahal, ban yang di sela-sela ukirannya terdapat banyak kerikil kecil tajam sangat berpotensi mengundang bahaya. Pasalnya, batu kerikil sangat mungkin menusuk ban dan menimbulkan luka di permukaan ban.

Apalagi di dalam dinding ban terdapat rajutan kawat yang berfungsi sebagai pelindung dan pembentuk kontruksi ban.

Karena bila sampai rajutan kawat basah akan lebih rentan berkarat dan getas. Bila sudah terjadi maka ketika mobil melesat akan berpotensi terkoyak atau robek.

 

__Ok, semoga informasi ban ini bisa bermnfaat, jangan lupa berdoa saat mulai berkendara sehingga bisa selamat sampai tujuan. Happy fun to drive.

Editor: | Update: Selasa, 16 Jun 2020 22:40 WIB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *